Senin, 26 Februari 2018

ESSAI KITAB TA'LIM AL MUTA'ALIM

Nama   : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM   : 175231140
Prodi   : Perbankan Syariah 2D

ISI KITAB TA’LIM AL- MUTA’ALIM

 Al Quran adalah pedoman seluruh umat manusia didunia. Tidak hanya menjadi pedoman namun juga menjadi sumber ajaran Islam yang utama. Dan untuk memerinci sumber sumber hukum yang ada di Al Quran yaitu dengan Hadist. Dan hadits juga berfungsi untuk membatasi keumuman ayat yang ada di Al Quran. Disini saya akan sedikit menuliskan tentang salah satu isi dari Kitab Ta’lim Al-Muta’allim.
Kitab Ta’lim Al-Muta’allim ini dibuat oleh Burhanuddin Az-zarnuji. Beliau biasa dipanggil dengan panggilan Az-zanurji. Burhanuddin Az-zanurji berasal dari sebuah daerah bernama Zarand. Zarand merupakan suatu kota yang sekarang kota itu berganti nama menjadi Afghanistan. Riwayat pendidikan dari Burhanuddin Az-zanurji sendiri adalah beliau mulai menuntut ilmu dari Bukharah dan Samarkand. Bukharah dan Samarkhand sendiri adalah sebuah kota utama untuk menuntut ilmu ataupun kegiatan keilmuan.
Banyak sekali guru- guru yamg dahulu mengajar Burhanuddin Az-zanuji. Salah satunya Syansudin Abdul Wadji Muhammad bin Muhammad bin Abdussatar Al Amidin. Semua guru- guru Burhanuddin Az-zanurji mempunyai masing masing keahlian ataupun kemampuan. Sehingga Burhanuddin Az-zanurji yang biasa dipanggil Az-zanurji mendapat banyak ilmu dari guru guru nya.
Saya akan sedikit menceritakan makna dan inti dari salah satu bab yang ada didalam Kitab Ta’lim Al Muta’alim. Saya mengambil dari bab Pasal Waktu Mencari Ilmu. Di dalam isinya ada seorang ulama berkata “ waktu belajar sejak dari ayunan hingga ke liang lahat : dan sebaik baik waktu adalah masa muda, menjelang waktu shubuh dan antara mahgrib dengan isya. “
Seorang ulama berkata begitu karena hendaknya kita sebagai seorang murid menghabiskan waktunya untuk belajar. Bila seorang murid sudah mulai bosan dengan apa yang dipelajarinya, hendaknya kita bisa berpindah mempelajari bidang ilmu yang lainnya, begitu juga seterusnya. Sehingga tidak ada kata bosan untung mempelajari suatu bidang ilmu.
Ada suatu contoh dari Ibnu Abbas ra, jika beliau bosan dengan ilmu tauhid dia meminta tolong untuk diambilkan buku buku syair dari para penyair. Bahkan Muhammad Bin Al Hasan, beliau bahkan tidak tidur malam. Muhammad Bin Al Hasan meletakkan buku buku nya dihadapannya. Itu dilakukan karena jika ia bosan dengan buku yang  sedang dibacanya, Muhammad Bin Al Hasan akan membaca buku lainnya yang ditaruh didepannya itu.
Dan ilmu yang dapat saya ambil dari setelah membaca terjemahannya yaitu. Kita sebagai anak muda harus mmenggapai ilmu setinggi tingginya. Dan  salah satu cara untuk mmenggapai ilmu adalah dengan membaca buku. Karena buku adalah jembatan ilmu. Dan kita akan dapat menguasai apapun jika kita mau dan dapat membaca.
Kitab Ta’lim Al Muta’alim sendiri menurut saya, kitab aslinya tipis. Saya katakan tipis dikarenakan hanya mempunyai 70 lembar halaman saja. Lalu cover nya sesuai yaang saya pinjam sudah sedikit mengelupas putih putih, lalu ada gambar masjid nya. Cover nya atau sampul buku nya berwarna hijau muda. Lalu cover bagian belakang nya ada gambar model seri seri kitab lainnya. Tulisan antara sampul dengan belakangnya sama, hanya bedanya yang disampul berwarna kuning, jika dibelakangnya berwarna hitam
Lalu setelah cover ada tulisan tulisan arab, dari penulisnya tahun nya, dan penerbitnya. Namun daftar isinya ada di paling belakang sendiri. Dan daftar isi sudah ada halaman per bab nya sehingga memudahkan kita untuk membaca. Lalu isinya sendiri lebih mudah untuk dibaca. Lebih mudah karena sudah ada harokatnya atau sudah ada tanda bacanya sehingga bukan arab gundul. Dan tidak sulit untuk membacanya.
Dan kitab yang saya pelajari ini adalah kitab teman saya, sehingga tidak sulit untuk mencarinya. Dan kitab Ta’lim Al Muta’alim ini sudah ada terjemahannya. Penerjemahnya yaitu Achmad Sunarto. Penerbitnya adalah AL MIFTAH Surabaya. Sehingga saya tidak terlalu kesulitan juga memahami dan memaknai arti dari kitab aslinya yaitu kitab Ta’lim Al Muta’alim dari Burhanuddin Az-Zanurji ini.







Senin, 05 Februari 2018

Review STUDI ISLAM II

Nama        : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM           : 175231140
Kelas        : Perbankan Syariah 2 D
Judul Buku: STUDI ISLAM II

Bab 1
Syariat berasal dari kata syari’ah (arab), dari segi etimologi berarti jalan yang lurus, dapat diartikan juga sebagai sumber air yang mengalir. Secara terminologi yaitu ketentuan yang ditetapkan Allah SWT untuk hambanya dengan perantara Rasul-Nya agar diamalkan dengan penuh keimanan. Pemahaman syariat bisa dibedakan menjadi pertama, syariat dalam arti luas yaitu mencakup seluruh ajaran agama yang meliputi aspek akidah, syariat, dan akhlak. Kedua, syariat dalam arti sempit diartikan sebagai sistem norma Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan selain Allah. Kaidah ini disebut kaidah ubudiah atau disingkat ibadah. Jika hubungan manusia dengan manusia disebut kaidah muamalah.
Akidah, syariat, dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaran islam. Ketiganya dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan. Muslim yang baik adalah yang memiliki akidah yang lurus dan kuat yang mendorongnya untuk melaksanakan syariat yang hanya ditujukan pada Allah sehingga tergambar kesalehan akhlak yang terpuji di dirinya. Akidah, syariat dan akhlak dalam Al Quran disebut iman dan amal shaleh. Iman menunjukkan makna akidah, sedangkan amal shaleh menunjukkan pengertian syariat dan akhlak.
Istilah lain syariat adalah fikih. Fikih segi bahasa berarti mengerti atau paham. Segi terminologi diartikan sebagai ilmu tentang hukum syariat yang dihasilkan melalui metodologi ijtihad. Ijtihad sendiri artinya mencurahkan akal pikiran dengan optimal untuk menemukan hukum hukum melalui pemahaman atau rumusan kesimpulan terhadap ketentuan syarak baik yang eksplusit maupun implisit. Jadi fikih adalah formula pemahaman syarak agau tafaqquh fiddin.
Klasifikasi status hukum setiap perilaku atau perbuatan yang dilakukan oleh seorang muslim dirinci menjadi lima yaitu:
1.Wajib, yaitu suatu perbuatan yang jika dilakukan akan memperolwh nilai pujian atau reward bagi pelakunya, sebaliknya apabila ditinggalkan akan mendapat celaan atau punishment.
2.Haram, yaitu suatu perbuatan yang apabila dilaksanakan mendapat celaan, dan jika ditinggalkan akan mendapat nilai pujian.
3.Sunnah, jika suatu perbuatan apabila dikerjakan mendapat nilai pujian, namun jika tidak dikerjakan tidak akan mendapat sanksi.
4.Makruh, artinya jika perbuatan ditinggalkan akan mendapat nilai pujian namun jika perbuatan dilakukan tidak mendapat sanksi. Namun perbuatan makruh ini tidak disukai Allag Swt, oleh karena itu harus ditinggalkan.
5.Mubah, ialah suatu perbuatan yang bebas dipilih untuk dilaksanakan sementara itu juga boleh dipilih untuk tidak dilaksanakan atau ditinggalkan.
Tujuan syariat yaitu mendidik individu sebagai anggota masyarakat agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkunganya yang dibutuhkan manusia agar tercapai kehidupan yang mulia. Komitmen seorang muslim terhadap syariat islam sendiri adalah mengimani, memahami, mengamalkan, mendakwahkan, dan sabar dalam melaksanakan syariat islam. Sumber ajaran Islam sendiri yaitu dari Al Quran, As Sunnah, dan Al Ijtihad.
BAB 2
Ibadah dari segi bahasa artinya pengabdian, penyembahan, dan doa. Salah satu bagian dari syariat islam adalah ibadah. Ibadah merupakan tugas hidup manusia di dunia, karena itu manusia yang beribadah kepada Allah disebut ‘abdullah atau hamba Allah. Kedudukan sebagai hamba Allah adalah kedudukan sangat tinggi dan mulia. Ini berarti seorang Muslim hanya beribadah kepada Allah, tidak ada yang lain. Melalui beribadah kepada Allah Swt. Manusia mengharap rida-Nya, ampunan-Nya, bantuan-Nya, taufik dan hidayah-Nya, keselamatan dan ketenangan hidup.
Ibadah sejatinya adalah fitrah manusia, karena sifatnya yang fitri maka dalam kenyataan hidup manusia hampir bisa dipastikan bahwa setiap individu tidak ada yang bebas dari suatu bentuk aktivitas yang memiliki nilai nilai penghambaan. Maka logis sekali jika kecenderungan manusia untuk melakukan tindakan penghambatan itu perlu ada tuntunan dan saluran yang benar sehingga tidak jatuh pada tempat yang bukan semestinya. Allah Swt. Maha Kasih Sayang pada hamba-Nya, agar manusia tidak tersesat dan terjerumus dalam menyalurkan kecenderungan penghambaan diri, maka manusia itu diarahkan kepada jalan yang benar melalui orang-orang pilihan yang diutus untuk menjelaskan, memberi petunjuk dan contoh bagaimana melalukan penghambaan yang tepat dan benar. Ibadah dalam arti khusus yaitu ibadah yang macam dan cara melaksanakannya telah ditentukan syariat, bersifat mutlak tidak bisa diubah, ditambah, maupun dikurangi.
Islam adalah agama tauhid yaitu mengesakan Allah secara mutlak, oleh karena itu ajaran ibadah dalam Islam memiliki prinsip, yaitu :
1.Hanya Allah yang berhak disembah
2.Ibadah tanpa perantara
3.Ibadah pelaksanaannya sangat mudah dan ringan
4.Pelaksanaan ibadah harus dilakukan dengan ikhlas
5.Ibadah sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul
6.Adanya keseimbangan jasmani dan rohani.
BAB 3
Kebersihan atau kesucian adalah salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam yang dikenal dengan sebutan țaharah. Yaitu menjauhi segala yang kotor dan mendekati kebersihan maupun kesucian. Taharah bukan saja kebersihan dan kesucian yang perlu untuk perbuatan menghadap Tuhan, tetapi juga pekerjaan membersihkan dan mensucikan. Taharah sendiri berdasarkan hukum dalam Al Quran dan As Sunnah.
Jenis taharah ada dua yang pertama yaitu Țaharah aşliyyah, yaitu kejadian suci menurut asal kejadiannya. Dan Țaharah ‘arīdah, yaitu keadaan menjadi suci karena disucikan seperti pakaian yang terkena najis. Kedua țaharah atau hadaš intinya adalah mensucikqn hadas, baik hadas kecil dengan wudu maupun hadas besar dengan mandi wajib. Benda sarana țaharah adalah air, debu, batu, żabag. Bentuk taharah adalah wudu, mandi wajib, tayamum dan mencuci/membersihkan najis.
BAB 4
Shalat adalah tiang agama, dan bukti bahwa seseorang itu mukmin dan muslim. Shalat berfungsi untuk mencegah kemungkaran dan kejahatan, sehingga yang tidak shalat bisa terjerumus ke dalam kebejatan yang mengantar kepada kebinasaan. Di samping itu shalat adalah doa untuk meraih suatu keinginan, sehingga jika sesorang tidak melakukannya akan mengalami kegagalan. Perintah ibadah shalat selalu diawali dengan kata “aqimu” yang diartikan “mendirikan” dan yang pada hakikatnya berarti “melaksanakan yang dengan baik dan sempurna sesuai tuntunan dan sunahnya” atau dengan lain kecelakaan akan menimpa seseorang yang lalai dalam menjalankan ibadah shalat, yaitu mereka yang lalai tentang hakikat dan tujuan shalat.
Berdasarkan Al-Quran, Hadis dan kesepakatan para ulama, hukum shalat adalah wajib untuk setiap muslimin dan muslimat di dunia dari yang balig, berakal. Shalat merupakan ibadah badaniyah yang harus dikerjakan oleh setiap orang dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Orang yang mengingkari kewajiban shalat dinyatakan kafir/ murtad dan orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja akan mendapat hukuman, baik duniawi maupun ukhrawi.
BAB 5
Sebagai manusia, pasti akan sering menjumpai yang namanya masalah dalam hidup. Tidak ada seorangpun yang dapat terhindar dari masalah. Jadi kita hidup ini penuh dengan masalah, masalah itu sendiri beraneka ragam. Masalah ini sejatinya untuk menguji manusia sejauh mana dapat menyikapi masalah yang sedah dihadapi. Orang-orang yang beriman jika mempunyai masalah hidup tentu ia akan tetap sabar dan tawakal kepada Allah. Ia yakin bahwa masih ada tempat untuk mengadu , berlindung yaitu kepada Allah Swt. melalui doa.
Al Quran adalah sumber utama dan pertama al-islam memberi informasi tentang perintah berdoa. Doa sendiri artinya permohonan atau permintaan. Yaitu permintaan seorang hamba kepada Tuhan dengan menggunakan lafal yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Jadi doa itu ialah suatu bentuk ibadah dengan melahirkan kerendahan hati dihadapan Allah Yang Maha Tinggi dan Mulia serta memohon bantuan dan pertolongan-Nya.

Rabu, 22 November 2017

Panitia Bergilir Masjid di Jaten Squad

Judul          : Panitia Bergilir Masjid di Jaten Squad
Nama          : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM            : 175231140
Jurusan      : Perbankan Syariah 1D
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Surakarta

       I.            Pendahuluan
a.       Latar Belakang
Masjid tempat yang sangat biasa terdengar jika membicarakan umat Islam. Dalam rangka ini saya tertarik untuk melakukan observasi dan wawancara di Masjid Kholid Bin Walid yang berada di Perumahan Bumi Graha Indah Jaten Karanganyar ini. Di Masjid Kholid Bin Walid ini sangat berkembang, Karena bukan hanya spiritual saja namun untuk kegiatan positif yang bernuansa Islami. Di Perumahan Jaten sendiri ada banyak sekali Masjid. Namun walaupun banyak sekali Masjid, makmum selalu memenuhi shaf di setiap masing-masing Masjid. Saya di Masjid Kholid Bin Walid ini mewawancarai seorang takmir, yaitu Bp. H. Sudaryono. Saya mewawancarai beliau dikarenakan beliau sudah mengetahui seluk beluk dan cukup mengetahui sejarah Masjid Kholid Bin Walid tersebut.
Bukan hanya mewawancarai narasumber saja, namun saya juga melakukan observasi. Observasi ini tentang bagaimana bentuk, berapa tingkat, kubahnya, hingga ruangan apa saja yang ada di Masjid Kholid Bin Walid sendiri. Di Masjid Kholid Bin Walid sendiri banyak sekali kegiatan. Dari mulai sholat berjamaah, TPA, pengajian, rebana ibu-ibu, hingga bagi-bagi makanan. Dan yang uniknya di Masjid ini terdapat panitia bergilir yang dibentuk karena ada banyak sekali Masjid di daerah Perumahan Jaten sendiri. Yaitu terdiri dari lima Masjid yaitu Masjid Kholid Bin Walid, Masjid Al Maming II, Masjid Al Ikhwan, Masjid Al Huda, dan Masjid Al Furqon. Sehingga saat Idul Fitri dan Idul Adha ke lima Masjid ini dijadikan satu antara di Masjid Al Maming II atau di Masjid Al Ikhwan.
    II.            Pembahasan
a.       Sejarah Masjid
Sejarah Masjid Kholid Bin Walid sendiri sekitar tahun 1988. Dahulunya merupakan tanah wakaf yang awalnya adalah fasilitas social. Fasilitas ini diperuntukkan untuk warga Perumahan Bumi Graha Indah. Tanah ini merupakan tanah fasos dan saat itu belum ada banyak warga yang tinggal seperti sekarang ini. Waktu itu semua warga berembuk, karena pada saat itu belum ada Mushola maupun langgar. Sehingga oleh warga yang tinggal dibangunlah tanah ini menjadi sebuah bangunan kecil yang kosong untuk sholat berjamaah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang baru.
Seiring berjalannya waktu ke waktu. Oleh warga perumahan bangunan kecil ini dibangunkan menjadi Masjid. Dan tahapan untuk membangun Masjid ini sendiri warga membutuhkan tiga tahapan. Yaitu sesuai bertambah dan terus bertambahnya makmum jamaahnya dari tahun ke tahun dan semakin banyaknnya warga yang tinggal di Perumahan Bumi Graha Indah ini. Lalu dibuatlah langsung pondasi sesuai tanah yang ada dan mencukupi. Dan status tanah Masjid Kholid Bin Walid ini sendiri pada tahun 2005 sudah merupakan tanah wakaf oleh pemerintah daerah. Karena warga sudah mengurus ke pemerintahan daerah dan kemudian diijinkan. Sehingga tanah ini sekarang statusnya sudah ada sertifikatnya.
Dari tahun ke tahun hingga akhirnya yang awalnya bangunan kosong ini menjadi bangunan yang megah yaitu Masjid Kholid Bin Walid. Ini dikarenakan jumlah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang terus menerus bertambah. Warga perumahan rw 11 dan rw 12 ini sendiri yang terdiri dari 370 KK. Sedangkan ada 1000 sampai 1500 jiwa. Sehingga sangatlah luar biasa. Masjid Kholid Bin Walid ini murni iuran dari warga setempat, yaitu warga Perumahan Bumi Graha Indah Jaten. Dahulu pernah sekali mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Anggaran pemerintah daerah ini diambilkan dari anggaran yang ada dan telah disediakan untuk warga yaitu anggaran basis. Namun bantuan ini diberi sudah sejak beberapa tahun yang lalu.
Dan yang paling ada adalah selain bantuan anggaran pemerintah daerah ini murni dari iuran warga, bahkan infaq setiap hari atau setiap minggu itu sudah terkumpul sampai membangun masjid semegah ini. Di masjid Kholid Bin Walid ini sendiri tidak hanya digunakan untuk beribadah saja. Namun banyak sekali kegiatan yang diadakan di Masjid Kholid Bin Walid ini.
b.      Observasi Masjid
Cat tembok Masjid Kholid Bin Walid dominan berwarna putih dan biru. Bagian atas setengahnya berwarna putih polos. Lalu setengah yang bawah dipasang keramik berwarna biru dan bermotif seperti awan.  Lantai dan halaman Masjid sudah berkeramik semua. Yang untuk didalam keramik berwarna putih polos. Halaman depan juga putih polos. Namun di halaman luar berwarna cokelat tua dan cokelat muda seperti krem ini bermotif bulat tidak beraturan. Halaman depan biasa digunakan untuk sholat berjamaah jamaaf putri jika shaf di dalam tidak mencukupi, atau digunakan jamaah laki laki saat sholat jumat.
Lalu halaman bagian depan digunakan untuk sandal dan parkir untuk jamaah yang naik kendaraan. Tikar didalam masjid sendiri berwarna hijau dan ada hiasan seperti masjid berwarna coklat muda. Yang diberi tikar atau digelar tikar hanya bagian dalam saja, halaman dalam tidak diberi. Dan didalam masjid sendiri ada di setiap sudut rak untuk menyimpan Al-Quran. Dinding masjid dihiasi memutar oleh tulisan arab dan doa. Di bagian depan pintu masuk juga sudah disambut oleh tulisan arab dan doa yang ada diatas pintu. Bangunan Masjid Kholid Bin Walid sendiri terdiri dari dua lantai. Yang lantai pertama, terdiri dari delapan ruangan.
Yang pertama ada ruang sholat, ruang sholat ini didalamnya ada mimbar yang terbuat dari kayu berbentuk kotak dan diatasnya ada ukiran. Lalu didalam ruang sholat sendiri ada microfone, kipas angin ada sembilan, lemari mukena, rak Al Quran dan buku, sekat pembatas untuk pria dan wanita, karpet, screen lcd, jam dinding, dan beberapa tasbih. Ruangan ini digunakan sholat berjamaah dan kadang juga pengajian. Yang kedua ada ruangan perpustakaan. Di ruang perpustakan sendiri cukup banyak persediaan buku, dari buku anak-anak, hingga kitab kitab.
Lalu ada ruang perlengkapan kebersihan, disini ada sapu, lap, pel, penyedot debu dan segala macam alat kebersihan lainnya. Ruang perlengkapan jenazah, ada dari sabun, kain kafan, hingga keranda. Ruang sound system, disini tempat menyimpan microfone, toa, sound, dll. Lalu ada Ruang diesel. Ruang pertemuan, yang digunakan untuk TPA anak-anak maupun TPA ibu-ibu, lalu digunakan juga untuk rapat, dan saat bulan Ramadhan berlangsung ruang pertemuan ini juga digunakan untuk Sholat Tarawih jamaah yang putri. Dan ruang tidur, ruang tidur ini digunakan untuk marbot Masjid Kholid Bin Walid sendiri.
Di Masjid Kholid Bin Walid terdiri dari 2 tempat wudhu. Yang pertama tempat wudhu pria, dan kedua tempat wudhu wanita. Dan ada 1 buah kamar mandi. Disamping masjid ada sebuah ruang atau serambi untuk pertemuan. Ruangan ini biasa digunakan untuk TPA anak-anak, bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Namun, jika bulan Ramadhan ruangan ini digunakan untuk sholat tarawih jamaah wanita.
Kubah Masjid Kholid Bin Walid, berbentuk dari bawah bulat lalu keatas berbentuk kerucut. Diatas sendiri ada tulisan Allah SWT melingkari seperti bulan sabit. Di samping-samping kubah ada empat toa atau pengeras suara yang digunakan untuk mengumandangkan adzan dan iqoma ataupun digunakan untuk memberi informasi. Dan di halaman bagian depan ada septitank untuk membuang kotoran hewan sapi maupun kambing saat idul adha. Saat idul adha masjid kholid bin walid menyembelih qurban di depan halaman masjid sendiri. Dan didepan disediakan 2 bolongan yang satu untuk menyembelih dan yang satu untuk membuang kotoran dan membersihkannya.
c.       Kegiatan Masjid
Banyak sekali kegiatan yang dilakukan di Masjid Kholid bin walid. Mulai dari digunakan anak-anak kecil, remaja masjid, bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Kegiatannya sangat beragam dan bermacam macam, seperti ada TPA anak-anak. TPA bapak-bapak, dan TPA ibu-ibu. Kegiatan ini diadakan setiap 3 kali dalam seminggu. Lalu ada pengajian bapak-bapak maupun pengajian ibu-ibu juga. Pengajian ini sudah terjadwal entah setiap hari maupun setiap beberapa minggu sekali. Pengajian ini menghadirkan ustadz-ustadz dari luar warga Perumahan Bumi Graha Indah, diluar yang sudah dijadwalkan takmir Masjid Kholid Bin Walid ini sendiri.
Lalu kegiatan selain itu disamping sholat wajib berjamaah ialah adanya kultum.dan pengisi pengisi dari para sesepuh-sesepuh baik sholat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Mahgrib, maupun Isya. Yang istimewa dari Masjid Kholid Bin Walid dari masjid-masjid yang lain adalah tiap ba’da Mahgrib diadakan taklim. Taklim ini sudah terjadwal sendiri. Jadwalnya Minggu-Senin adalah kajian tafsir Al Quran dan Selasa Hadis, itu setiap di ba’da Mahgrib. Tetapi khusus untuk kultum setiap ba’da mahgrib dijadwal oleh takmir yang ada di perumahan Bumi Graha Indah ini. Jadi setiap Mahgrib, ba’da niyah dua rakaat langsung kultum berkisar 10-15 menit yang terjadwal. Dan yang jadwal mengisi kultum ba’da mahgrib sendiri adalah warga perumahan sekitar. Dari bapak-bapak, sesepuh-sesepuh, hingga ustadz namun sesuai jadwal. Dan semuanya adalah warga yang termasuk Perumahan Bumi Graha Indah sendiri.
Selain kultum ada juga kajian yang mendatangkan ustadz-ustadz dari luar. Yaitu setiap hari Rabu. Ketua takmir di Masjid Kholid Bin Walid ini luar biasa. Beliau selalu mengajak dan mendidik warga warga di Perumahan Bumi Graha Indah ini untuk sholat berjamaah, pengajian, belajar mengaji, dan yang lainnya. Dahulu yang sholat berjamaah di masjid hanya sekitar 5-10 orang makmum. Namun sekarang jamaah sudah penuh. Karena di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga penuh dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat.
Kegiatan yang lainnya adalah pengajian ibu-ibu. Pengajian ini diadakan setiap satu minggu sekali. Pengajian ini mendatangkan ustadz dari luar dan kadang ustadz dari warga sendiri. Dan pengajian bapak-bapak diadakan setiap satu bulan sekali dan mendatangkan ustadz dari luar juga. Lalu setiap hari Jumat, Masjid Kholid Bin Walid menyediakan nasi bungkus beserta minuman. Berbagi nasi bungkus dan minuman ini dilaksanakan pada minggu ke dua dan keempat pada hari Jumat. Nasi bungkus dan minuman ini disediakan untuk para jamaah yang melaksanakan sholat Jumat di Masjid Kholid Bin Walid.
Di Masjid Kholid Bin Walid di setiap hari ba’da shubuh ada kegiatana ngaji bersama. Dengan duduk-duduk bersama dan dzikir bersama. Lalu diteruskan sampai sholat dhuha baru pulang. Ini dilakukan hanya sebagian dan tidak semua jamaah yang mengikutinya. Remaja Masjid di Kholid Bin Walid sendiri sangat aktif dalam kegiatan. Seperti saat bulan Ramadhan mengadakan kajian rutin dua hari sekali setelah sholat tarawih. Tadarusan setiap hari saat bulan Ramadhan. Lalu ada juga kemah ceria yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali bersama adik-adik TPA. Dan biasanya membagikan jaburan(makanan/snack) untuk adik-adik setelah selesai sholat tarawih. Dan biasanya sebelum jaburan dibagi, adik-adik juga diajak untuk mengaji surat pendek bersama dahulu.
Di Masjid Kholid Bin Walid saat Idul Adha sendiri sangat meriah. Di Masjid Kholid sendiri sapi saja bisa sampai sepuluh ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Walaupun berada di Perumahan dan hanya dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga sangat baik. Ini dikarenakan melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Di Masjid Kholid sendiri sapi saja bisa sampai sepuluh ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Di Masjid Kholid Bin Walid terdiri dari dua RW yaitu RW 11 dan RW 12 Perumahan Bumi Graha Indah.
Dan saat pembagian jatah hewan qurban sendiri diatur oleh takmir. Dan yang bertugas membagikan adalah risma yaitu remaja masjid. Pembagian di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga di berikan keluar daerah dan pada orang kurang mampu. Disini disebut dengan girik, biasa untuk tukang becak, orang minta-minta,dan lainnya. Dan pembagian tugas saat Idul Adha adalah, jagal yang menjatuhkan sapi, dan ustadz warga sekitar yang menyembelih. Lalu setelah disembelih bapak-bapak mengkuliti dan memotong tulang yang besar. Lalu ibu-ibu memotong dan menimbang sesuai takaran. Dan remaja masjid yang membagikan sesuai jatah masing-masing. . Itu beberapa kegiatan-kegiatan yang ada di masjid kholid bin walid ini.
d.      Hal Unik Masjid
Di Masjid Kholid Bin Walid ini pada Hari Raya Idul fitri dan Hari Raya Idul Adha sendiri menurut saya sangat lah unik. Karena didaerah Perumahan yang ada di Jaten sendiri saja ada banyak sekali masjid. Kurang lebih ada lima masjid. Yaitu Masjid Kholid Bin Walid sendiri, Masjid Al Maming II, Masjid Al Huda, Masjid Al Ikhwan, dan Masjid Al Furqon. Setiap Idul Adha dan Idul Fitri sangat unik karena di Jaten ini dibuat panitia sholat id. Karena tempat yang memungkinkan untuk diadakan sholat id hanya Masjid Al Maming II dan Al Ikhwan. Dikarenakan mempunyai halaman lapangan dan letaknya yang dipinggir jalan, sehingga ke tiga masjid lainnya menjadi panitia. Sistem nya adalah panitia bergilir. Misalnya saat Idul Fitri Masjid Al Huda kebagian menjadi panitia namun dilaksanakan sholatnya di Masjid Al Maming II. Dan jika masjid Al Furqon jatah Idul Adha maka dilaksanakan sholatnya di masjid Al Ikhwan. Dan begitu sesuai dengan pembagiannya.
Lalu saat sudah selesai menyembelih hewan qurban dan membagikannya, ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian kecil atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari tongseng, gule, hingga tengkleng. Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah disembelih.
Di Masjid Kholid Bin Walid walaupun berada di Perumahan dan hanya dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga sangat baik. Ini dikarenakan melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Lalu hal unik lainnya yang dapat saya ambil dari wawancara dan observasi saya adalah setiap hari jumat minggu ke dua dan ke empat disediakan makan dan minum gratis di Masjid Kholid Bin Walid. Dan itu diberikan pada siapa saja yang sholat di Masjid Kholid Bin Walid, entah warga setempat, karyawan pabrik di Jaten, maupun orang luar Jaten semua diberi. Selain itu, di Masjid Kholid Bin Walid ini setiap hari Rabu diadakan Pengajian. Dan takmir mengundang ustadz dari luar, seperti contohnya Ustadz Isy Karima yang ada di Karangpandan.
Dan yang unik lainnya adalah,walaupun Masjid Kholid Bin Walid sendiri hanya terdiri dari dua rw, namun warga sangat antusias saat Idul Adha. Yaitu penyembelihan hewan qurban. Disini jatah nya bapak-bapak yang mengurus penyembelihan. Lalu ibu-ibu memotong menjadi bagian bagian yang kecil, lalu ditimbang, dan dimasukkan ke dalam plastik. Dan remaja masjid yang bertugas membagikan pada yang bersangkutan. Setelah penyembelihan hewan qurban selesai ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian kecil atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari tongseng, gule, hingga tengkleng.
Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah disembelih. Ini lah hal-hal unik yang dapat saya ambil dari hasil observasi dan wawancara saya pada Bapak H. Sudaryono selaku takmir Masjid Kholid Bin Walid ini.
 III.            Refleksi
Menurut saya, hal yang dapat saya ambil dari wawancara dan observasi ini adalah Masjid sebagai tali untuk menjaga silaturahmi entah antar Masjid itu sendiri, warga, maupun masyarakat. Dan dengan adanya panitia bergilir di lima Masjid ini menambah keluarga dan silaturahmi antar lima Masjid tersebut. Dan selain itu lima masjid tersebut mengutamakan kerja sama dan semua menonjol tidak hanya satu yang menonjol. Dan semua merasakan kepanitiaan. Karena ditunjukkan adanya kerja sama dan kekompakkan walaupun terdiri dari beberapa masjid namun tetap menjadi satu. Dan Masjid Kholid Bin Walid ini mengadakan banyak sekali kegiatan bermanfaat yang menjadikan umat muslim di Perumahan Bumi Graha Indah ini semakin semangat untuk datang ke Masjid. Dan melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat positif.
 IV.            Lampiran