Judul :
Panitia Bergilir Masjid di Jaten Squad
Nama : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM : 175231140
Jurusan : Perbankan Syariah 1D
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Surakarta
I.
Pendahuluan
a.
Latar Belakang
Masjid tempat yang sangat biasa terdengar
jika membicarakan umat Islam. Dalam rangka ini saya tertarik untuk melakukan
observasi dan wawancara di Masjid Kholid Bin Walid yang berada di Perumahan
Bumi Graha Indah Jaten Karanganyar ini. Di Masjid Kholid Bin Walid ini sangat
berkembang, Karena bukan hanya spiritual saja namun untuk kegiatan positif yang
bernuansa Islami. Di Perumahan Jaten sendiri ada banyak sekali Masjid. Namun
walaupun banyak sekali Masjid, makmum selalu memenuhi shaf di setiap
masing-masing Masjid. Saya di Masjid Kholid Bin Walid ini mewawancarai seorang
takmir, yaitu Bp. H. Sudaryono. Saya mewawancarai beliau dikarenakan beliau
sudah mengetahui seluk beluk dan cukup mengetahui sejarah Masjid Kholid Bin
Walid tersebut.
Bukan hanya mewawancarai narasumber saja,
namun saya juga melakukan observasi. Observasi ini tentang bagaimana bentuk,
berapa tingkat, kubahnya, hingga ruangan apa saja yang ada di Masjid Kholid Bin
Walid sendiri. Di Masjid Kholid Bin Walid sendiri banyak sekali kegiatan. Dari
mulai sholat berjamaah, TPA, pengajian, rebana ibu-ibu, hingga bagi-bagi
makanan. Dan yang uniknya di Masjid ini terdapat panitia bergilir yang dibentuk
karena ada banyak sekali Masjid di daerah Perumahan Jaten sendiri. Yaitu
terdiri dari lima Masjid yaitu Masjid Kholid Bin Walid, Masjid Al Maming II,
Masjid Al Ikhwan, Masjid Al Huda, dan Masjid Al Furqon. Sehingga saat Idul
Fitri dan Idul Adha ke lima Masjid ini dijadikan satu antara di Masjid Al
Maming II atau di Masjid Al Ikhwan.
II.
Pembahasan
a.
Sejarah Masjid
Sejarah Masjid Kholid Bin Walid sendiri
sekitar tahun 1988. Dahulunya merupakan tanah wakaf yang awalnya adalah
fasilitas social. Fasilitas ini diperuntukkan untuk warga Perumahan Bumi Graha
Indah. Tanah ini merupakan tanah fasos dan saat itu belum ada banyak warga yang
tinggal seperti sekarang ini. Waktu itu semua warga berembuk, karena pada saat
itu belum ada Mushola maupun langgar. Sehingga oleh warga yang tinggal
dibangunlah tanah ini menjadi sebuah bangunan kecil yang kosong untuk sholat
berjamaah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang baru.
Seiring berjalannya waktu ke waktu. Oleh
warga perumahan bangunan kecil ini dibangunkan menjadi Masjid. Dan tahapan
untuk membangun Masjid ini sendiri warga membutuhkan tiga tahapan. Yaitu sesuai
bertambah dan terus bertambahnya makmum jamaahnya dari tahun ke tahun dan
semakin banyaknnya warga yang tinggal di Perumahan Bumi Graha Indah ini. Lalu
dibuatlah langsung pondasi sesuai tanah yang ada dan mencukupi. Dan status
tanah Masjid Kholid Bin Walid ini sendiri pada tahun 2005 sudah merupakan tanah
wakaf oleh pemerintah daerah. Karena warga sudah mengurus ke pemerintahan
daerah dan kemudian diijinkan. Sehingga tanah ini sekarang statusnya sudah ada
sertifikatnya.
Dari tahun ke tahun hingga akhirnya yang
awalnya bangunan kosong ini menjadi bangunan yang megah yaitu Masjid Kholid Bin
Walid. Ini dikarenakan jumlah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang terus
menerus bertambah. Warga perumahan rw 11 dan rw 12 ini sendiri yang terdiri
dari 370 KK. Sedangkan ada 1000 sampai 1500 jiwa. Sehingga sangatlah luar
biasa. Masjid Kholid Bin Walid ini murni iuran dari warga setempat, yaitu warga
Perumahan Bumi Graha Indah Jaten. Dahulu pernah sekali mendapat bantuan dari
pemerintah daerah. Anggaran pemerintah daerah ini diambilkan dari anggaran yang
ada dan telah disediakan untuk warga yaitu anggaran basis. Namun bantuan ini
diberi sudah sejak beberapa tahun yang lalu.
Dan yang paling ada adalah selain bantuan
anggaran pemerintah daerah ini murni dari iuran warga, bahkan infaq setiap hari
atau setiap minggu itu sudah terkumpul sampai membangun masjid semegah ini. Di
masjid Kholid Bin Walid ini sendiri tidak hanya digunakan untuk beribadah saja.
Namun banyak sekali kegiatan yang diadakan di Masjid Kholid Bin Walid ini.
b.
Observasi Masjid
Cat tembok Masjid Kholid Bin Walid dominan
berwarna putih dan biru. Bagian atas setengahnya berwarna putih polos. Lalu
setengah yang bawah dipasang keramik berwarna biru dan bermotif seperti
awan. Lantai dan halaman Masjid sudah
berkeramik semua. Yang untuk didalam keramik berwarna putih polos. Halaman
depan juga putih polos. Namun di halaman luar berwarna cokelat tua dan cokelat
muda seperti krem ini bermotif bulat tidak beraturan. Halaman depan biasa
digunakan untuk sholat berjamaah jamaaf putri jika shaf di dalam tidak
mencukupi, atau digunakan jamaah laki laki saat sholat jumat.
Lalu halaman bagian depan digunakan untuk
sandal dan parkir untuk jamaah yang naik kendaraan. Tikar didalam masjid
sendiri berwarna hijau dan ada hiasan seperti masjid berwarna coklat muda. Yang
diberi tikar atau digelar tikar hanya bagian dalam saja, halaman dalam tidak
diberi. Dan didalam masjid sendiri ada di setiap sudut rak untuk menyimpan
Al-Quran. Dinding masjid dihiasi memutar oleh tulisan arab dan doa. Di bagian
depan pintu masuk juga sudah disambut oleh tulisan arab dan doa yang ada diatas
pintu. Bangunan Masjid Kholid Bin Walid sendiri terdiri dari dua lantai. Yang
lantai pertama, terdiri dari delapan ruangan.
Yang pertama ada ruang sholat, ruang
sholat ini didalamnya ada mimbar yang terbuat dari kayu berbentuk kotak dan
diatasnya ada ukiran. Lalu didalam ruang sholat sendiri ada microfone, kipas
angin ada sembilan, lemari mukena, rak Al Quran dan buku, sekat pembatas untuk
pria dan wanita, karpet, screen lcd, jam dinding, dan beberapa tasbih. Ruangan
ini digunakan sholat berjamaah dan kadang juga pengajian. Yang kedua ada
ruangan perpustakaan. Di ruang perpustakan sendiri cukup banyak persediaan
buku, dari buku anak-anak, hingga kitab kitab.
Lalu ada ruang perlengkapan kebersihan,
disini ada sapu, lap, pel, penyedot debu dan segala macam alat kebersihan
lainnya. Ruang perlengkapan jenazah, ada dari sabun, kain kafan, hingga
keranda. Ruang sound system, disini tempat menyimpan microfone, toa, sound,
dll. Lalu ada Ruang diesel. Ruang pertemuan, yang digunakan untuk TPA anak-anak
maupun TPA ibu-ibu, lalu digunakan juga untuk rapat, dan saat bulan Ramadhan
berlangsung ruang pertemuan ini juga digunakan untuk Sholat Tarawih jamaah yang
putri. Dan ruang tidur, ruang tidur ini digunakan untuk marbot Masjid Kholid
Bin Walid sendiri.
Di Masjid Kholid Bin Walid terdiri dari 2
tempat wudhu. Yang pertama tempat wudhu pria, dan kedua tempat wudhu wanita.
Dan ada 1 buah kamar mandi. Disamping masjid ada sebuah ruang atau serambi untuk
pertemuan. Ruangan ini biasa digunakan untuk TPA anak-anak, bapak-bapak, maupun
ibu-ibu. Namun, jika bulan Ramadhan ruangan ini digunakan untuk sholat tarawih
jamaah wanita.
Kubah Masjid Kholid Bin Walid, berbentuk
dari bawah bulat lalu keatas berbentuk kerucut. Diatas sendiri ada tulisan
Allah SWT melingkari seperti bulan sabit. Di samping-samping kubah ada empat
toa atau pengeras suara yang digunakan untuk mengumandangkan adzan dan iqoma
ataupun digunakan untuk memberi informasi. Dan di halaman bagian depan ada
septitank untuk membuang kotoran hewan sapi maupun kambing saat idul adha. Saat
idul adha masjid kholid bin walid menyembelih qurban di depan halaman masjid
sendiri. Dan didepan disediakan 2 bolongan yang satu untuk menyembelih dan yang
satu untuk membuang kotoran dan membersihkannya.
c.
Kegiatan Masjid
Banyak sekali kegiatan yang dilakukan di
Masjid Kholid bin walid. Mulai dari digunakan anak-anak kecil, remaja masjid,
bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Kegiatannya sangat beragam dan bermacam macam, seperti
ada TPA anak-anak. TPA bapak-bapak, dan TPA ibu-ibu. Kegiatan ini diadakan
setiap 3 kali dalam seminggu. Lalu ada pengajian bapak-bapak maupun pengajian
ibu-ibu juga. Pengajian ini sudah terjadwal entah setiap hari maupun setiap
beberapa minggu sekali. Pengajian ini menghadirkan ustadz-ustadz dari luar
warga Perumahan Bumi Graha Indah, diluar yang sudah dijadwalkan takmir Masjid
Kholid Bin Walid ini sendiri.
Lalu kegiatan selain itu disamping sholat
wajib berjamaah ialah adanya kultum.dan pengisi pengisi dari para
sesepuh-sesepuh baik sholat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Mahgrib, maupun Isya. Yang
istimewa dari Masjid Kholid Bin Walid dari masjid-masjid yang lain adalah tiap
ba’da Mahgrib diadakan taklim. Taklim ini sudah terjadwal sendiri. Jadwalnya
Minggu-Senin adalah kajian tafsir Al Quran dan Selasa Hadis, itu setiap di
ba’da Mahgrib. Tetapi khusus untuk kultum setiap ba’da mahgrib dijadwal oleh
takmir yang ada di perumahan Bumi Graha Indah ini. Jadi setiap Mahgrib, ba’da
niyah dua rakaat langsung kultum berkisar 10-15 menit yang terjadwal. Dan yang
jadwal mengisi kultum ba’da mahgrib sendiri adalah warga perumahan sekitar.
Dari bapak-bapak, sesepuh-sesepuh, hingga ustadz namun sesuai jadwal. Dan
semuanya adalah warga yang termasuk Perumahan Bumi Graha Indah sendiri.
Selain kultum ada juga kajian yang
mendatangkan ustadz-ustadz dari luar. Yaitu setiap hari Rabu. Ketua takmir di
Masjid Kholid Bin Walid ini luar biasa. Beliau selalu mengajak dan mendidik
warga warga di Perumahan Bumi Graha Indah ini untuk sholat berjamaah,
pengajian, belajar mengaji, dan yang lainnya. Dahulu yang sholat berjamaah di
masjid hanya sekitar 5-10 orang makmum. Namun sekarang jamaah sudah penuh.
Karena di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga penuh dengan kegiatan-kegiatan
bermanfaat.
Kegiatan yang lainnya adalah pengajian
ibu-ibu. Pengajian ini diadakan setiap satu minggu sekali. Pengajian ini
mendatangkan ustadz dari luar dan kadang ustadz dari warga sendiri. Dan
pengajian bapak-bapak diadakan setiap satu bulan sekali dan mendatangkan ustadz
dari luar juga. Lalu setiap hari Jumat, Masjid Kholid Bin Walid menyediakan
nasi bungkus beserta minuman. Berbagi nasi bungkus dan minuman ini dilaksanakan
pada minggu ke dua dan keempat pada hari Jumat. Nasi bungkus dan minuman ini
disediakan untuk para jamaah yang melaksanakan sholat Jumat di Masjid Kholid
Bin Walid.
Di Masjid Kholid Bin Walid di setiap hari
ba’da shubuh ada kegiatana ngaji bersama. Dengan duduk-duduk bersama dan dzikir
bersama. Lalu diteruskan sampai sholat dhuha baru pulang. Ini dilakukan hanya
sebagian dan tidak semua jamaah yang mengikutinya. Remaja Masjid di Kholid Bin
Walid sendiri sangat aktif dalam kegiatan. Seperti saat bulan Ramadhan
mengadakan kajian rutin dua hari sekali setelah sholat tarawih. Tadarusan
setiap hari saat bulan Ramadhan. Lalu ada juga kemah ceria yang dilaksanakan
setiap satu tahun sekali bersama adik-adik TPA. Dan biasanya membagikan
jaburan(makanan/snack) untuk adik-adik setelah selesai sholat tarawih. Dan
biasanya sebelum jaburan dibagi, adik-adik juga diajak untuk mengaji surat
pendek bersama dahulu.
Di Masjid Kholid Bin Walid saat Idul Adha
sendiri sangat meriah. Di Masjid Kholid sendiri sapi saja bisa sampai sepuluh
ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Walaupun berada di Perumahan dan hanya
dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga sangat baik. Ini dikarenakan
melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Di Masjid Kholid sendiri sapi
saja bisa sampai sepuluh ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Di Masjid
Kholid Bin Walid terdiri dari dua RW yaitu RW 11 dan RW 12 Perumahan Bumi Graha
Indah.
Dan saat pembagian jatah hewan qurban
sendiri diatur oleh takmir. Dan yang bertugas membagikan adalah risma yaitu
remaja masjid. Pembagian di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga di berikan
keluar daerah dan pada orang kurang mampu. Disini disebut dengan girik, biasa
untuk tukang becak, orang minta-minta,dan lainnya. Dan pembagian tugas saat
Idul Adha adalah, jagal yang menjatuhkan sapi, dan ustadz warga sekitar yang
menyembelih. Lalu setelah disembelih bapak-bapak mengkuliti dan memotong tulang
yang besar. Lalu ibu-ibu memotong dan menimbang sesuai takaran. Dan remaja
masjid yang membagikan sesuai jatah masing-masing. . Itu beberapa
kegiatan-kegiatan yang ada di masjid kholid bin walid ini.
d.
Hal Unik Masjid
Di Masjid Kholid Bin Walid ini pada Hari
Raya Idul fitri dan Hari Raya Idul Adha sendiri menurut saya sangat lah unik.
Karena didaerah Perumahan yang ada di Jaten sendiri saja ada banyak sekali
masjid. Kurang lebih ada lima masjid. Yaitu Masjid Kholid Bin Walid sendiri,
Masjid Al Maming II, Masjid Al Huda, Masjid Al Ikhwan, dan Masjid Al Furqon.
Setiap Idul Adha dan Idul Fitri sangat unik karena di Jaten ini dibuat panitia
sholat id. Karena tempat yang memungkinkan untuk diadakan sholat id hanya
Masjid Al Maming II dan Al Ikhwan. Dikarenakan mempunyai halaman lapangan dan
letaknya yang dipinggir jalan, sehingga ke tiga masjid lainnya menjadi panitia.
Sistem nya adalah panitia bergilir. Misalnya saat Idul Fitri Masjid Al Huda
kebagian menjadi panitia namun dilaksanakan sholatnya di Masjid Al Maming II.
Dan jika masjid Al Furqon jatah Idul Adha maka dilaksanakan sholatnya di masjid
Al Ikhwan. Dan begitu sesuai dengan pembagiannya.
Lalu saat sudah selesai menyembelih hewan
qurban dan membagikannya, ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian
kecil atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari
tongseng, gule, hingga tengkleng. Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu
makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika
ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah
disembelih.
Di Masjid Kholid Bin Walid walaupun berada
di Perumahan dan hanya dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga
sangat baik. Ini dikarenakan melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Lalu
hal unik lainnya yang dapat saya ambil dari wawancara dan observasi saya adalah
setiap hari jumat minggu ke dua dan ke empat disediakan makan dan minum gratis
di Masjid Kholid Bin Walid. Dan itu diberikan pada siapa saja yang sholat di
Masjid Kholid Bin Walid, entah warga setempat, karyawan pabrik di Jaten, maupun
orang luar Jaten semua diberi. Selain itu, di Masjid Kholid Bin Walid ini
setiap hari Rabu diadakan Pengajian. Dan takmir mengundang ustadz dari luar,
seperti contohnya Ustadz Isy Karima yang ada di Karangpandan.
Dan yang unik lainnya adalah,walaupun
Masjid Kholid Bin Walid sendiri hanya terdiri dari dua rw, namun warga sangat
antusias saat Idul Adha. Yaitu penyembelihan hewan qurban. Disini jatah nya
bapak-bapak yang mengurus penyembelihan. Lalu ibu-ibu memotong menjadi bagian
bagian yang kecil, lalu ditimbang, dan dimasukkan ke dalam plastik. Dan remaja
masjid yang bertugas membagikan pada yang bersangkutan. Setelah penyembelihan
hewan qurban selesai ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian kecil
atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari
tongseng, gule, hingga tengkleng.
Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu
makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika
ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah
disembelih. Ini lah hal-hal unik yang dapat saya ambil dari hasil observasi dan
wawancara saya pada Bapak H. Sudaryono selaku takmir Masjid Kholid Bin Walid
ini.
III.
Refleksi
Menurut saya, hal yang dapat saya ambil
dari wawancara dan observasi ini adalah Masjid sebagai tali untuk menjaga
silaturahmi entah antar Masjid itu sendiri, warga, maupun masyarakat. Dan
dengan adanya panitia bergilir di lima Masjid ini menambah keluarga dan
silaturahmi antar lima Masjid tersebut. Dan selain itu lima masjid tersebut
mengutamakan kerja sama dan semua menonjol tidak hanya satu yang menonjol. Dan
semua merasakan kepanitiaan. Karena ditunjukkan adanya kerja sama dan
kekompakkan walaupun terdiri dari beberapa masjid namun tetap menjadi satu. Dan
Masjid Kholid Bin Walid ini mengadakan banyak sekali kegiatan bermanfaat yang
menjadikan umat muslim di Perumahan Bumi Graha Indah ini semakin semangat untuk
datang ke Masjid. Dan melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat positif.
IV.
Lampiran



Tidak ada komentar:
Posting Komentar