Rabu, 22 November 2017

Panitia Bergilir Masjid di Jaten Squad

Judul          : Panitia Bergilir Masjid di Jaten Squad
Nama          : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM            : 175231140
Jurusan      : Perbankan Syariah 1D
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri Surakarta

       I.            Pendahuluan
a.       Latar Belakang
Masjid tempat yang sangat biasa terdengar jika membicarakan umat Islam. Dalam rangka ini saya tertarik untuk melakukan observasi dan wawancara di Masjid Kholid Bin Walid yang berada di Perumahan Bumi Graha Indah Jaten Karanganyar ini. Di Masjid Kholid Bin Walid ini sangat berkembang, Karena bukan hanya spiritual saja namun untuk kegiatan positif yang bernuansa Islami. Di Perumahan Jaten sendiri ada banyak sekali Masjid. Namun walaupun banyak sekali Masjid, makmum selalu memenuhi shaf di setiap masing-masing Masjid. Saya di Masjid Kholid Bin Walid ini mewawancarai seorang takmir, yaitu Bp. H. Sudaryono. Saya mewawancarai beliau dikarenakan beliau sudah mengetahui seluk beluk dan cukup mengetahui sejarah Masjid Kholid Bin Walid tersebut.
Bukan hanya mewawancarai narasumber saja, namun saya juga melakukan observasi. Observasi ini tentang bagaimana bentuk, berapa tingkat, kubahnya, hingga ruangan apa saja yang ada di Masjid Kholid Bin Walid sendiri. Di Masjid Kholid Bin Walid sendiri banyak sekali kegiatan. Dari mulai sholat berjamaah, TPA, pengajian, rebana ibu-ibu, hingga bagi-bagi makanan. Dan yang uniknya di Masjid ini terdapat panitia bergilir yang dibentuk karena ada banyak sekali Masjid di daerah Perumahan Jaten sendiri. Yaitu terdiri dari lima Masjid yaitu Masjid Kholid Bin Walid, Masjid Al Maming II, Masjid Al Ikhwan, Masjid Al Huda, dan Masjid Al Furqon. Sehingga saat Idul Fitri dan Idul Adha ke lima Masjid ini dijadikan satu antara di Masjid Al Maming II atau di Masjid Al Ikhwan.
    II.            Pembahasan
a.       Sejarah Masjid
Sejarah Masjid Kholid Bin Walid sendiri sekitar tahun 1988. Dahulunya merupakan tanah wakaf yang awalnya adalah fasilitas social. Fasilitas ini diperuntukkan untuk warga Perumahan Bumi Graha Indah. Tanah ini merupakan tanah fasos dan saat itu belum ada banyak warga yang tinggal seperti sekarang ini. Waktu itu semua warga berembuk, karena pada saat itu belum ada Mushola maupun langgar. Sehingga oleh warga yang tinggal dibangunlah tanah ini menjadi sebuah bangunan kecil yang kosong untuk sholat berjamaah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang baru.
Seiring berjalannya waktu ke waktu. Oleh warga perumahan bangunan kecil ini dibangunkan menjadi Masjid. Dan tahapan untuk membangun Masjid ini sendiri warga membutuhkan tiga tahapan. Yaitu sesuai bertambah dan terus bertambahnya makmum jamaahnya dari tahun ke tahun dan semakin banyaknnya warga yang tinggal di Perumahan Bumi Graha Indah ini. Lalu dibuatlah langsung pondasi sesuai tanah yang ada dan mencukupi. Dan status tanah Masjid Kholid Bin Walid ini sendiri pada tahun 2005 sudah merupakan tanah wakaf oleh pemerintah daerah. Karena warga sudah mengurus ke pemerintahan daerah dan kemudian diijinkan. Sehingga tanah ini sekarang statusnya sudah ada sertifikatnya.
Dari tahun ke tahun hingga akhirnya yang awalnya bangunan kosong ini menjadi bangunan yang megah yaitu Masjid Kholid Bin Walid. Ini dikarenakan jumlah warga Perumahan Bumi Graha Indah yang terus menerus bertambah. Warga perumahan rw 11 dan rw 12 ini sendiri yang terdiri dari 370 KK. Sedangkan ada 1000 sampai 1500 jiwa. Sehingga sangatlah luar biasa. Masjid Kholid Bin Walid ini murni iuran dari warga setempat, yaitu warga Perumahan Bumi Graha Indah Jaten. Dahulu pernah sekali mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Anggaran pemerintah daerah ini diambilkan dari anggaran yang ada dan telah disediakan untuk warga yaitu anggaran basis. Namun bantuan ini diberi sudah sejak beberapa tahun yang lalu.
Dan yang paling ada adalah selain bantuan anggaran pemerintah daerah ini murni dari iuran warga, bahkan infaq setiap hari atau setiap minggu itu sudah terkumpul sampai membangun masjid semegah ini. Di masjid Kholid Bin Walid ini sendiri tidak hanya digunakan untuk beribadah saja. Namun banyak sekali kegiatan yang diadakan di Masjid Kholid Bin Walid ini.
b.      Observasi Masjid
Cat tembok Masjid Kholid Bin Walid dominan berwarna putih dan biru. Bagian atas setengahnya berwarna putih polos. Lalu setengah yang bawah dipasang keramik berwarna biru dan bermotif seperti awan.  Lantai dan halaman Masjid sudah berkeramik semua. Yang untuk didalam keramik berwarna putih polos. Halaman depan juga putih polos. Namun di halaman luar berwarna cokelat tua dan cokelat muda seperti krem ini bermotif bulat tidak beraturan. Halaman depan biasa digunakan untuk sholat berjamaah jamaaf putri jika shaf di dalam tidak mencukupi, atau digunakan jamaah laki laki saat sholat jumat.
Lalu halaman bagian depan digunakan untuk sandal dan parkir untuk jamaah yang naik kendaraan. Tikar didalam masjid sendiri berwarna hijau dan ada hiasan seperti masjid berwarna coklat muda. Yang diberi tikar atau digelar tikar hanya bagian dalam saja, halaman dalam tidak diberi. Dan didalam masjid sendiri ada di setiap sudut rak untuk menyimpan Al-Quran. Dinding masjid dihiasi memutar oleh tulisan arab dan doa. Di bagian depan pintu masuk juga sudah disambut oleh tulisan arab dan doa yang ada diatas pintu. Bangunan Masjid Kholid Bin Walid sendiri terdiri dari dua lantai. Yang lantai pertama, terdiri dari delapan ruangan.
Yang pertama ada ruang sholat, ruang sholat ini didalamnya ada mimbar yang terbuat dari kayu berbentuk kotak dan diatasnya ada ukiran. Lalu didalam ruang sholat sendiri ada microfone, kipas angin ada sembilan, lemari mukena, rak Al Quran dan buku, sekat pembatas untuk pria dan wanita, karpet, screen lcd, jam dinding, dan beberapa tasbih. Ruangan ini digunakan sholat berjamaah dan kadang juga pengajian. Yang kedua ada ruangan perpustakaan. Di ruang perpustakan sendiri cukup banyak persediaan buku, dari buku anak-anak, hingga kitab kitab.
Lalu ada ruang perlengkapan kebersihan, disini ada sapu, lap, pel, penyedot debu dan segala macam alat kebersihan lainnya. Ruang perlengkapan jenazah, ada dari sabun, kain kafan, hingga keranda. Ruang sound system, disini tempat menyimpan microfone, toa, sound, dll. Lalu ada Ruang diesel. Ruang pertemuan, yang digunakan untuk TPA anak-anak maupun TPA ibu-ibu, lalu digunakan juga untuk rapat, dan saat bulan Ramadhan berlangsung ruang pertemuan ini juga digunakan untuk Sholat Tarawih jamaah yang putri. Dan ruang tidur, ruang tidur ini digunakan untuk marbot Masjid Kholid Bin Walid sendiri.
Di Masjid Kholid Bin Walid terdiri dari 2 tempat wudhu. Yang pertama tempat wudhu pria, dan kedua tempat wudhu wanita. Dan ada 1 buah kamar mandi. Disamping masjid ada sebuah ruang atau serambi untuk pertemuan. Ruangan ini biasa digunakan untuk TPA anak-anak, bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Namun, jika bulan Ramadhan ruangan ini digunakan untuk sholat tarawih jamaah wanita.
Kubah Masjid Kholid Bin Walid, berbentuk dari bawah bulat lalu keatas berbentuk kerucut. Diatas sendiri ada tulisan Allah SWT melingkari seperti bulan sabit. Di samping-samping kubah ada empat toa atau pengeras suara yang digunakan untuk mengumandangkan adzan dan iqoma ataupun digunakan untuk memberi informasi. Dan di halaman bagian depan ada septitank untuk membuang kotoran hewan sapi maupun kambing saat idul adha. Saat idul adha masjid kholid bin walid menyembelih qurban di depan halaman masjid sendiri. Dan didepan disediakan 2 bolongan yang satu untuk menyembelih dan yang satu untuk membuang kotoran dan membersihkannya.
c.       Kegiatan Masjid
Banyak sekali kegiatan yang dilakukan di Masjid Kholid bin walid. Mulai dari digunakan anak-anak kecil, remaja masjid, bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Kegiatannya sangat beragam dan bermacam macam, seperti ada TPA anak-anak. TPA bapak-bapak, dan TPA ibu-ibu. Kegiatan ini diadakan setiap 3 kali dalam seminggu. Lalu ada pengajian bapak-bapak maupun pengajian ibu-ibu juga. Pengajian ini sudah terjadwal entah setiap hari maupun setiap beberapa minggu sekali. Pengajian ini menghadirkan ustadz-ustadz dari luar warga Perumahan Bumi Graha Indah, diluar yang sudah dijadwalkan takmir Masjid Kholid Bin Walid ini sendiri.
Lalu kegiatan selain itu disamping sholat wajib berjamaah ialah adanya kultum.dan pengisi pengisi dari para sesepuh-sesepuh baik sholat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Mahgrib, maupun Isya. Yang istimewa dari Masjid Kholid Bin Walid dari masjid-masjid yang lain adalah tiap ba’da Mahgrib diadakan taklim. Taklim ini sudah terjadwal sendiri. Jadwalnya Minggu-Senin adalah kajian tafsir Al Quran dan Selasa Hadis, itu setiap di ba’da Mahgrib. Tetapi khusus untuk kultum setiap ba’da mahgrib dijadwal oleh takmir yang ada di perumahan Bumi Graha Indah ini. Jadi setiap Mahgrib, ba’da niyah dua rakaat langsung kultum berkisar 10-15 menit yang terjadwal. Dan yang jadwal mengisi kultum ba’da mahgrib sendiri adalah warga perumahan sekitar. Dari bapak-bapak, sesepuh-sesepuh, hingga ustadz namun sesuai jadwal. Dan semuanya adalah warga yang termasuk Perumahan Bumi Graha Indah sendiri.
Selain kultum ada juga kajian yang mendatangkan ustadz-ustadz dari luar. Yaitu setiap hari Rabu. Ketua takmir di Masjid Kholid Bin Walid ini luar biasa. Beliau selalu mengajak dan mendidik warga warga di Perumahan Bumi Graha Indah ini untuk sholat berjamaah, pengajian, belajar mengaji, dan yang lainnya. Dahulu yang sholat berjamaah di masjid hanya sekitar 5-10 orang makmum. Namun sekarang jamaah sudah penuh. Karena di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga penuh dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat.
Kegiatan yang lainnya adalah pengajian ibu-ibu. Pengajian ini diadakan setiap satu minggu sekali. Pengajian ini mendatangkan ustadz dari luar dan kadang ustadz dari warga sendiri. Dan pengajian bapak-bapak diadakan setiap satu bulan sekali dan mendatangkan ustadz dari luar juga. Lalu setiap hari Jumat, Masjid Kholid Bin Walid menyediakan nasi bungkus beserta minuman. Berbagi nasi bungkus dan minuman ini dilaksanakan pada minggu ke dua dan keempat pada hari Jumat. Nasi bungkus dan minuman ini disediakan untuk para jamaah yang melaksanakan sholat Jumat di Masjid Kholid Bin Walid.
Di Masjid Kholid Bin Walid di setiap hari ba’da shubuh ada kegiatana ngaji bersama. Dengan duduk-duduk bersama dan dzikir bersama. Lalu diteruskan sampai sholat dhuha baru pulang. Ini dilakukan hanya sebagian dan tidak semua jamaah yang mengikutinya. Remaja Masjid di Kholid Bin Walid sendiri sangat aktif dalam kegiatan. Seperti saat bulan Ramadhan mengadakan kajian rutin dua hari sekali setelah sholat tarawih. Tadarusan setiap hari saat bulan Ramadhan. Lalu ada juga kemah ceria yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali bersama adik-adik TPA. Dan biasanya membagikan jaburan(makanan/snack) untuk adik-adik setelah selesai sholat tarawih. Dan biasanya sebelum jaburan dibagi, adik-adik juga diajak untuk mengaji surat pendek bersama dahulu.
Di Masjid Kholid Bin Walid saat Idul Adha sendiri sangat meriah. Di Masjid Kholid sendiri sapi saja bisa sampai sepuluh ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Walaupun berada di Perumahan dan hanya dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga sangat baik. Ini dikarenakan melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Di Masjid Kholid sendiri sapi saja bisa sampai sepuluh ekor. Jika kambing bisa sampai 20-26 ekor. Di Masjid Kholid Bin Walid terdiri dari dua RW yaitu RW 11 dan RW 12 Perumahan Bumi Graha Indah.
Dan saat pembagian jatah hewan qurban sendiri diatur oleh takmir. Dan yang bertugas membagikan adalah risma yaitu remaja masjid. Pembagian di Masjid Kholid Bin Walid sendiri juga di berikan keluar daerah dan pada orang kurang mampu. Disini disebut dengan girik, biasa untuk tukang becak, orang minta-minta,dan lainnya. Dan pembagian tugas saat Idul Adha adalah, jagal yang menjatuhkan sapi, dan ustadz warga sekitar yang menyembelih. Lalu setelah disembelih bapak-bapak mengkuliti dan memotong tulang yang besar. Lalu ibu-ibu memotong dan menimbang sesuai takaran. Dan remaja masjid yang membagikan sesuai jatah masing-masing. . Itu beberapa kegiatan-kegiatan yang ada di masjid kholid bin walid ini.
d.      Hal Unik Masjid
Di Masjid Kholid Bin Walid ini pada Hari Raya Idul fitri dan Hari Raya Idul Adha sendiri menurut saya sangat lah unik. Karena didaerah Perumahan yang ada di Jaten sendiri saja ada banyak sekali masjid. Kurang lebih ada lima masjid. Yaitu Masjid Kholid Bin Walid sendiri, Masjid Al Maming II, Masjid Al Huda, Masjid Al Ikhwan, dan Masjid Al Furqon. Setiap Idul Adha dan Idul Fitri sangat unik karena di Jaten ini dibuat panitia sholat id. Karena tempat yang memungkinkan untuk diadakan sholat id hanya Masjid Al Maming II dan Al Ikhwan. Dikarenakan mempunyai halaman lapangan dan letaknya yang dipinggir jalan, sehingga ke tiga masjid lainnya menjadi panitia. Sistem nya adalah panitia bergilir. Misalnya saat Idul Fitri Masjid Al Huda kebagian menjadi panitia namun dilaksanakan sholatnya di Masjid Al Maming II. Dan jika masjid Al Furqon jatah Idul Adha maka dilaksanakan sholatnya di masjid Al Ikhwan. Dan begitu sesuai dengan pembagiannya.
Lalu saat sudah selesai menyembelih hewan qurban dan membagikannya, ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian kecil atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari tongseng, gule, hingga tengkleng. Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah disembelih.
Di Masjid Kholid Bin Walid walaupun berada di Perumahan dan hanya dua rw saja, namun saat Idul Adha antusiasme warga sangat baik. Ini dikarenakan melihat sangat banyak sekali hewan qurbannya. Lalu hal unik lainnya yang dapat saya ambil dari wawancara dan observasi saya adalah setiap hari jumat minggu ke dua dan ke empat disediakan makan dan minum gratis di Masjid Kholid Bin Walid. Dan itu diberikan pada siapa saja yang sholat di Masjid Kholid Bin Walid, entah warga setempat, karyawan pabrik di Jaten, maupun orang luar Jaten semua diberi. Selain itu, di Masjid Kholid Bin Walid ini setiap hari Rabu diadakan Pengajian. Dan takmir mengundang ustadz dari luar, seperti contohnya Ustadz Isy Karima yang ada di Karangpandan.
Dan yang unik lainnya adalah,walaupun Masjid Kholid Bin Walid sendiri hanya terdiri dari dua rw, namun warga sangat antusias saat Idul Adha. Yaitu penyembelihan hewan qurban. Disini jatah nya bapak-bapak yang mengurus penyembelihan. Lalu ibu-ibu memotong menjadi bagian bagian yang kecil, lalu ditimbang, dan dimasukkan ke dalam plastik. Dan remaja masjid yang bertugas membagikan pada yang bersangkutan. Setelah penyembelihan hewan qurban selesai ibu-ibu yang membantu memotong menjadi bagian-bagian kecil atau memlastiki tersebut memasak bersama sama. Ibu-ibu memasak mulai dari tongseng, gule, hingga tengkleng.
Lalu panitia, remaja masjid, dan ibu-ibu makan secara bersama sama ba’da Dzuhur. Setelah itu remaja masjid menjaga jika ada yang akan menukarkan girik atau sejenis kupon dengan daging yang sudah disembelih. Ini lah hal-hal unik yang dapat saya ambil dari hasil observasi dan wawancara saya pada Bapak H. Sudaryono selaku takmir Masjid Kholid Bin Walid ini.
 III.            Refleksi
Menurut saya, hal yang dapat saya ambil dari wawancara dan observasi ini adalah Masjid sebagai tali untuk menjaga silaturahmi entah antar Masjid itu sendiri, warga, maupun masyarakat. Dan dengan adanya panitia bergilir di lima Masjid ini menambah keluarga dan silaturahmi antar lima Masjid tersebut. Dan selain itu lima masjid tersebut mengutamakan kerja sama dan semua menonjol tidak hanya satu yang menonjol. Dan semua merasakan kepanitiaan. Karena ditunjukkan adanya kerja sama dan kekompakkan walaupun terdiri dari beberapa masjid namun tetap menjadi satu. Dan Masjid Kholid Bin Walid ini mengadakan banyak sekali kegiatan bermanfaat yang menjadikan umat muslim di Perumahan Bumi Graha Indah ini semakin semangat untuk datang ke Masjid. Dan melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat positif.
 IV.            Lampiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar