Nama : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM :
175231140
Prodi : Perbankan Syariah 2D
ISI
KITAB TA’LIM AL- MUTA’ALIM
Al Quran adalah pedoman seluruh umat manusia
didunia. Tidak hanya menjadi pedoman namun juga menjadi sumber ajaran Islam
yang utama. Dan untuk memerinci sumber sumber hukum yang ada di Al Quran yaitu
dengan Hadist. Dan hadits juga berfungsi untuk membatasi keumuman ayat yang ada
di Al Quran. Disini saya akan sedikit menuliskan tentang salah satu isi dari Kitab
Ta’lim Al-Muta’allim.
Kitab Ta’lim
Al-Muta’allim ini dibuat oleh Burhanuddin Az-zarnuji. Beliau biasa dipanggil
dengan panggilan Az-zanurji. Burhanuddin Az-zanurji berasal dari sebuah daerah
bernama Zarand. Zarand merupakan suatu kota yang sekarang kota itu berganti
nama menjadi Afghanistan. Riwayat pendidikan dari Burhanuddin Az-zanurji
sendiri adalah beliau mulai menuntut ilmu dari Bukharah dan Samarkand. Bukharah
dan Samarkhand sendiri adalah sebuah kota utama untuk menuntut ilmu ataupun
kegiatan keilmuan.
Banyak sekali guru-
guru yamg dahulu mengajar Burhanuddin Az-zanuji. Salah satunya Syansudin Abdul Wadji
Muhammad bin Muhammad bin Abdussatar Al Amidin. Semua guru- guru Burhanuddin Az-zanurji
mempunyai masing masing keahlian ataupun kemampuan. Sehingga Burhanuddin
Az-zanurji yang biasa dipanggil Az-zanurji mendapat banyak ilmu dari guru guru
nya.
Saya akan sedikit
menceritakan makna dan inti dari salah satu bab yang ada didalam Kitab Ta’lim
Al Muta’alim. Saya mengambil dari bab Pasal Waktu Mencari Ilmu. Di dalam isinya
ada seorang ulama berkata “ waktu belajar sejak dari ayunan hingga ke liang
lahat : dan sebaik baik waktu adalah masa muda, menjelang waktu shubuh dan
antara mahgrib dengan isya. “
Seorang ulama
berkata begitu karena hendaknya kita sebagai seorang murid menghabiskan
waktunya untuk belajar. Bila seorang murid sudah mulai bosan dengan apa yang
dipelajarinya, hendaknya kita bisa berpindah mempelajari bidang ilmu yang
lainnya, begitu juga seterusnya. Sehingga tidak ada kata bosan untung mempelajari
suatu bidang ilmu.
Ada suatu contoh
dari Ibnu Abbas ra, jika beliau bosan dengan ilmu tauhid dia meminta tolong
untuk diambilkan buku buku syair dari para penyair. Bahkan Muhammad Bin Al
Hasan, beliau bahkan tidak tidur malam. Muhammad Bin Al Hasan meletakkan buku
buku nya dihadapannya. Itu dilakukan karena jika ia bosan dengan buku yang sedang dibacanya, Muhammad Bin Al Hasan akan
membaca buku lainnya yang ditaruh didepannya itu.
Dan ilmu yang
dapat saya ambil dari setelah membaca terjemahannya yaitu. Kita sebagai anak
muda harus mmenggapai ilmu setinggi tingginya. Dan salah satu cara untuk mmenggapai ilmu adalah
dengan membaca buku. Karena buku adalah jembatan ilmu. Dan kita akan dapat
menguasai apapun jika kita mau dan dapat membaca.
Kitab Ta’lim Al
Muta’alim sendiri menurut saya, kitab aslinya tipis. Saya katakan tipis
dikarenakan hanya mempunyai 70 lembar halaman saja. Lalu cover nya sesuai yaang
saya pinjam sudah sedikit mengelupas putih putih, lalu ada gambar masjid nya.
Cover nya atau sampul buku nya berwarna hijau muda. Lalu cover bagian belakang
nya ada gambar model seri seri kitab lainnya. Tulisan antara sampul dengan
belakangnya sama, hanya bedanya yang disampul berwarna kuning, jika dibelakangnya
berwarna hitam
Lalu setelah cover
ada tulisan tulisan arab, dari penulisnya tahun nya, dan penerbitnya. Namun
daftar isinya ada di paling belakang sendiri. Dan daftar isi sudah ada halaman
per bab nya sehingga memudahkan kita untuk membaca. Lalu isinya sendiri lebih
mudah untuk dibaca. Lebih mudah karena sudah ada harokatnya atau sudah ada
tanda bacanya sehingga bukan arab gundul. Dan tidak sulit untuk membacanya.
Dan kitab yang
saya pelajari ini adalah kitab teman saya, sehingga tidak sulit untuk
mencarinya. Dan kitab Ta’lim Al Muta’alim ini sudah ada terjemahannya. Penerjemahnya
yaitu Achmad Sunarto. Penerbitnya adalah AL MIFTAH Surabaya. Sehingga saya
tidak terlalu kesulitan juga memahami dan memaknai arti dari kitab aslinya
yaitu kitab Ta’lim Al Muta’alim dari Burhanuddin Az-Zanurji ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar