Senin, 26 Februari 2018

ESSAI KITAB TA'LIM AL MUTA'ALIM

Nama   : Arrum Permatasari Putri Pratiwi
NIM   : 175231140
Prodi   : Perbankan Syariah 2D

ISI KITAB TA’LIM AL- MUTA’ALIM

 Al Quran adalah pedoman seluruh umat manusia didunia. Tidak hanya menjadi pedoman namun juga menjadi sumber ajaran Islam yang utama. Dan untuk memerinci sumber sumber hukum yang ada di Al Quran yaitu dengan Hadist. Dan hadits juga berfungsi untuk membatasi keumuman ayat yang ada di Al Quran. Disini saya akan sedikit menuliskan tentang salah satu isi dari Kitab Ta’lim Al-Muta’allim.
Kitab Ta’lim Al-Muta’allim ini dibuat oleh Burhanuddin Az-zarnuji. Beliau biasa dipanggil dengan panggilan Az-zanurji. Burhanuddin Az-zanurji berasal dari sebuah daerah bernama Zarand. Zarand merupakan suatu kota yang sekarang kota itu berganti nama menjadi Afghanistan. Riwayat pendidikan dari Burhanuddin Az-zanurji sendiri adalah beliau mulai menuntut ilmu dari Bukharah dan Samarkand. Bukharah dan Samarkhand sendiri adalah sebuah kota utama untuk menuntut ilmu ataupun kegiatan keilmuan.
Banyak sekali guru- guru yamg dahulu mengajar Burhanuddin Az-zanuji. Salah satunya Syansudin Abdul Wadji Muhammad bin Muhammad bin Abdussatar Al Amidin. Semua guru- guru Burhanuddin Az-zanurji mempunyai masing masing keahlian ataupun kemampuan. Sehingga Burhanuddin Az-zanurji yang biasa dipanggil Az-zanurji mendapat banyak ilmu dari guru guru nya.
Saya akan sedikit menceritakan makna dan inti dari salah satu bab yang ada didalam Kitab Ta’lim Al Muta’alim. Saya mengambil dari bab Pasal Waktu Mencari Ilmu. Di dalam isinya ada seorang ulama berkata “ waktu belajar sejak dari ayunan hingga ke liang lahat : dan sebaik baik waktu adalah masa muda, menjelang waktu shubuh dan antara mahgrib dengan isya. “
Seorang ulama berkata begitu karena hendaknya kita sebagai seorang murid menghabiskan waktunya untuk belajar. Bila seorang murid sudah mulai bosan dengan apa yang dipelajarinya, hendaknya kita bisa berpindah mempelajari bidang ilmu yang lainnya, begitu juga seterusnya. Sehingga tidak ada kata bosan untung mempelajari suatu bidang ilmu.
Ada suatu contoh dari Ibnu Abbas ra, jika beliau bosan dengan ilmu tauhid dia meminta tolong untuk diambilkan buku buku syair dari para penyair. Bahkan Muhammad Bin Al Hasan, beliau bahkan tidak tidur malam. Muhammad Bin Al Hasan meletakkan buku buku nya dihadapannya. Itu dilakukan karena jika ia bosan dengan buku yang  sedang dibacanya, Muhammad Bin Al Hasan akan membaca buku lainnya yang ditaruh didepannya itu.
Dan ilmu yang dapat saya ambil dari setelah membaca terjemahannya yaitu. Kita sebagai anak muda harus mmenggapai ilmu setinggi tingginya. Dan  salah satu cara untuk mmenggapai ilmu adalah dengan membaca buku. Karena buku adalah jembatan ilmu. Dan kita akan dapat menguasai apapun jika kita mau dan dapat membaca.
Kitab Ta’lim Al Muta’alim sendiri menurut saya, kitab aslinya tipis. Saya katakan tipis dikarenakan hanya mempunyai 70 lembar halaman saja. Lalu cover nya sesuai yaang saya pinjam sudah sedikit mengelupas putih putih, lalu ada gambar masjid nya. Cover nya atau sampul buku nya berwarna hijau muda. Lalu cover bagian belakang nya ada gambar model seri seri kitab lainnya. Tulisan antara sampul dengan belakangnya sama, hanya bedanya yang disampul berwarna kuning, jika dibelakangnya berwarna hitam
Lalu setelah cover ada tulisan tulisan arab, dari penulisnya tahun nya, dan penerbitnya. Namun daftar isinya ada di paling belakang sendiri. Dan daftar isi sudah ada halaman per bab nya sehingga memudahkan kita untuk membaca. Lalu isinya sendiri lebih mudah untuk dibaca. Lebih mudah karena sudah ada harokatnya atau sudah ada tanda bacanya sehingga bukan arab gundul. Dan tidak sulit untuk membacanya.
Dan kitab yang saya pelajari ini adalah kitab teman saya, sehingga tidak sulit untuk mencarinya. Dan kitab Ta’lim Al Muta’alim ini sudah ada terjemahannya. Penerjemahnya yaitu Achmad Sunarto. Penerbitnya adalah AL MIFTAH Surabaya. Sehingga saya tidak terlalu kesulitan juga memahami dan memaknai arti dari kitab aslinya yaitu kitab Ta’lim Al Muta’alim dari Burhanuddin Az-Zanurji ini.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar